GOLDMAN SACHS : Prospek Laporan Pendapatan Q2 2020

GOLDMAN SACHS : Prospek Laporan Pendapatan Q2 2020

Musim Pendapatan Q2

Musim pendapatan kuartal kedua telah tiba, dengan 27 perusahaan S&P 500 akan melaporkan hasil mereka minggu ini dari tiga bulan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti biasa, bank besar menjadi perusahaan pertama yang melaporkan. JPMorgan Chase, Citigroup dan Wells Fargo memulai pertandingan pada hari Selasa, diikuti oleh Goldman Sachs pada hari Rabu dan Morgan Stanley dan Bank of America pada hari Kamis.

Ekuitas secara global diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak Februari, menempatkan fokus pada apakah prospek laba akan mendukung kenaikan yang didorong oleh bank sentral dan dukungan kebijakan fiskal. Di A.S., karena sejumlah perusahaan belum memberikan panduan konkret tentang dampak pandemi. Investor cenderung memperhatikan  dampak pendapatan dari shutdowns dan seberapa cepat pendapatan dapat pulih saat dunia dibuka kembali.

Goldman Sachs Outlook

Laporan pendapatan Goldman Sachs  diharapkan akan dirilis pada hari Rabu,15 Juli 2020. Laporan ini akan dapat membantu harga saham bergerak lebih tinggi, jika angka-angka utama ini lebih baik dari ekspektasi. Di sisi lain, jika diluar ekspektasi, harga saham mungkin bergerak lebih rendah. Pasar memperkirakan terjadi penurunan pada pendapatan y/y Goldman Sachs dengan pendapatan yang lebih rendah ketika melaporkan hasil untuk kuartal yang berakhir Juni 2020.  

Perkiraan dasar Goldman untuk laba S&P 500 per saham pada tahun 2020 adalah $ 115, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $ 110. Perusahaan mempertahankan prospeknya untuk tahun 2021 pada $ 170 – 4% di atas level yang direalisasikan 2019 – dan membuat prediksi $ 188 untuk tahun 2022.

Secara keseluruhan hasil Q2 cenderung untuk menutupi penyebaran yang luas pada berbagai sektor.  Para ahli strategi mengharapkan kerugian dalam energi dan saham diskresi konsumen, dan kuartal yang  lemah dari sektor keuangan. Justru kinerja yang lebih kuat datang dari perusahaan utilitas dan teknologi.

Kondisi bisnis ditengah pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar yang buruk pada semua sektor riil maupun jasa. Laporan pendapatan sebagian besar akan menentukan keberlanjutan dari perubahan harga langsung dan ekspektasi pendapatan di masa yang akan datang, apakah ada   kemungkinan kejutan EPS positif Q2? Seperti kita ketahui, Goldman Sachs melaporkan  $ 3,110 dalam EPS/Earnings Per Share untuk kuartal pertama tahun 2020. Source : tradingeconomics.com

Estimasi EPS konsensus untuk kuartal ini telah direvisi 15,41% lebih tinggi selama 30 hari terakhir ke level saat ini. Bank investasi ini diperkirakan akan mencatat laba kuartalan $ 3,84 per saham dalam laporannya yang akan datang, yang mewakili perubahan y/y sebesar -33,9%. Pendapatan diperkirakan $ 9,33 miliar, turun 1,4% dari kuartal tahun lalu. Prospek konsensus yang dikenal luas ini penting dalam menilai gambaran pendapatan perusahaan, tetapi faktor kuat yang mungkin mempengaruhi harga saham jangka pendeknya adalah bagaimana hasil aktual dibandingkan dengan estimasi ini.

Selama awal Q2, harga saham GS telah tercover sebesar 50.0% Fib (193.67) dari penurunan puncak 250.06 (pra-pandemi) ke  harga rendah di 130.87. Pada bulan Mei s.d awal Juni, harga kembali naik hingga mencapai 76.4% Fib di harga 222.29. Posisi harga saat ini berada di kisaran 205.96. Harga terlihat ranging diantara harga rendah 193.60 – 222.00. Pergerakan yang melampau 207.76 akan menguji kembali harga tinggi bulan Juni (222.29). Pada sisi negatif, harga yang melampau rendah 188.49, cenderung akan mengkonfirmasi penurunan puncak 250.06 dengan tujuan pengujian rendah bulan Mei di 165.31. Namun secara keseluruhan harga masih bergerak di atas EMA 200 hari

Jangan lupa ikuti dan segera registrasi FREE WEBINAR  ONLINE

Click here to access the Economic Calendar

Ady Phangestu

Market Analyst – hfindonesia

Disclaimer : Materi ini disediakan sebagai komunikasi pemasaran umum dengan tujuan hanya sebagai informasi semata dan bukan sebagai riset investasi independen. Di dalam komunikasi ini tidak mengandung saran maupun rekomendasi investasi atau permintaan dengan maksud untuk pembelian atau penjualan instrumen keuangan apa pun. Semua informasi yang disajikan berasal dari sumber yang terpercaya, bereputasi baik. Segala informasi yang memuat indikasi kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan atau indikator atas kinerja masa depan yang bisa diandalkan. Pengguna harus menyadari, bahwa segala investasi dalam Produk dengan Leverage memiliki tingkat ketidakpastian tertentu dan bahwa segala investasi sejenis ini melibatkan risiko tingkat tinggi yang kewajiban dan tanggung jawabnya semata-mata ditanggung oleh pengguna. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari investasi apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang disediakan dalam komunikasi ini. Dilarang produksi ulang atau mendistribusikan lebih lanjut komunikasi ini tanpa izin tertulis sebelumnya dari kami.

Peringatan Risiko : Perdagangan Produk dengan Leverage seperti Forex dan Derivatif mungkin tidak cocok bagi semua investor karena mengandung risiko tingkat tinggi atas modal Anda. Sebelum melakukan perdagangan, harap pastikan bahwa Anda memahami sepenuhnya kandungan risiko yang terlibat, dengan mempertimbangkan tujuan investasi dan tingkat pengalaman Anda dan bila perlu carilah saran dan masukan dari pihak independen.